7 BUMN Juga Akan Dikonsolidasi Erick Thohir Lewat Holding Pariwisata dan Pendukung

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, 7 BUMN akan dikonsolidasi dalam sebuah holding BUMN di bidang pariwisata dan pendukung. Konsolidasi awal ke 7 BUMN itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman MoU sebagai upaya membentuk pasar (demand creation) oleh Tim PMO Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung. Proses pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung saat ini masih terus berjalan.

Erick mengatakan, walaupun holding BUMN Pariwisata dan Pendukung masih dalam proses pembentukan, ketujuh BUMN tersebut sudah memulai proses kerja sama dan melakukan transformasi di berbagai area. Hal tersebut untuk menyiapkan diri melayani masyarakat secara lebih baik dengan memastikan ketersediaan produk dan layanan pariwisata yang berkualitas, terjangkau, dan terintegrasi. Menteri Erick Thohir menambahkan, Holding ini untuk meningkatkan sinergi BUMN BUMN pada sektor pariwisata dan pendukung serta mengoptimalkan potensi dan peran BUMN.

“Tujuan Holding pariwisata dan pendukung untuk mendorong pelaksanaan inisiatif inisiatif lintas sektor yang terintegrasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan pendukung, peningkatan daya saing, dan penguatan kemampuan pendanaan di masa depan,” jelas Erick Thohir dalam keterangannya, Kamis (11/3/2021). Diketahui sebelumnya, sebanyak tujuh BUMN mengawali upaya kolaborasi ekosistem pariwisata melalui penandatanganan MoU tentang Kolaborasi Program Strategis BUMN Ekosistem Pariwisata. Penandatanganan MoU ini merupakan untuk berkolaborasi guna membangkitkan kembali sektor pariwisata di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir, mendorong dan menyambut baik kolaborasi yang dilakukan 7 BUMN ekosistem Pariwisata dan Pendukung, dengan melakukan MoU untuk merumuskan program program strategis dalam pengembangan pariwisata. Menurut Erick, hal ini merupakan upaya BUMN membangkitkan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata. “Salah satu fungsi BUMN adalah sebagai agent of development sehingga memiliki peranan penting di dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," jelas Menteri Erick.

"Tujuh BUMN ini berkolaborasi untuk menjadi motor penggerak agar sektor pariwisata kembali meningkat dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lainnya,” lanjutnya. BUMN yang menandatangani MoU adalah Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Garuda Indonesia bersama Citilink Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko, Hotel Indonesia Natour, dan terakhir Sarinah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *