Iptu Novita Rindi, Polwan yang Dampingi Komjen Listyo Pernah Ikut Mengekstradisi Buronan Interpol

Kehadiran dua Polwan berhijab yang ikut mendampingi Komjen Listyo Sigit Prabowo saat fit and proper test di DPR RI menyita perhatian publik. Pertama ada polwan dengan pangkat jenderal bintang 1, Ida Utari dan juniornya Iptu Novita Rindi. Kehadiran dua Polwan yang bukan orang sembarangan itu dipuji oleh Anggota Komisi III DPR RI fraksi PKS Achmad Dimyati Natakusumah.

Terlebih keduanya menggunakan hijab di belakang Komjen Listyo Sigit Prabowo. Dalam kesempatan itu, dia tidak menyangka kehadirannya sempat diperhatikan oleh satu anggota dewan DPR RI. Di Polri, Iptu Novita memang biasa bertugas sebagai Spripim Kapolri sejak Juli 2020 lalu.

Ketika itu, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menunjuknya sebagai satu di antara pendamping saat kegiatan fit and proper test. Dia mengaku senang menjadi satu di antara orang yang dipercayai mendampingi Komjen Listyo. Sebab, orang yang dipercayai untuk bisa masuk ke dalam ruangan fit and proper test sangat terbatas.

Sebagai orang yang bertugas melayani Kapolri, Novita menilai Listyo merupakan sosok yang arif dan bijaksana di lingkungan Polri. Dia pun mengharapkan eks Kabareskrim tersebut bisa membawa Polri ke arah yang semakin baik lagi. "Pastinya Pak Listyo itu orangnya arif, bijaksana, berwibawa, dan berkompeten. Saya sih harapannya dapat membawa Polri menjadi arah yang lebih baik. Bukan berarti yang kemarin tidak baik. Tetapi yang sudah baik, namun bisa lebih baik lagi," tukasnya.

Iptu Novita Rindi merupakan wanita kelahiran Bandung, 15 November 1993. Meskipun keturunan asli Kota Kembang, Novita tumbuh besar hingga mengenyam pendidikan sejak Sekolah Dasar (SD) di Jakarta. Saat lulus SMA, Novita sempat dilema karena orang tuanya tidak mempunyai biaya untuk pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

Pada 2011, dia sempat diterima Universitas Padjajaran (UNPAD) jurusan Hubungan Internasional (HI). Namun karena alasan keterbatasan biaya, dia memilih mundur dan mencari sekolah dinas. "Karena memang saat itu kondisi keluarga memang lagi tidak baik. Saya waktu itu sempat keterima di UNPAD jurusan hubungan internasional, tapi saya waktu itu tidak ada biaya. Jadi saya mencari sekolah dinas," katanya.

Ketika itu, dia pun berpikir dengan cita citanya yang ingin menjadi seorang polisi wanita (Polwan). Alhasil, dia berjuang untuk mengikuti seleksi angkatan polisi pada tahun 2011. Novita langsung diterima Akpol pada pendaftarannya yang pertama kali.

Tak butuh waktu lama, dia pun menyelesaikan pendidikannya hanya dalam kurun waktu 4 tahun. "Pertama kali daftar langsung masuk. Akpol ini saya ingin dari dulu. Alhamdulillah masuk dilancarkan sama Allah SWT tahun 2011 masuk dan lulus tahun 2015," jelasnya. Ia menuturkan menjadi seorang polisi wanita memang telah menjadi impiannya sejak dulu.

Selain itu, orang tuanya juga mengharapkan anaknya bisa menjadi bagian dari korps Bhayangkara. "Motivasinya awal itu pertama itu cita cita. Terus kedua, saya ingin menjadi kebanggaan orang tua pastinya. Karena saya berasal dari orang yang tidak punya. Jadi saya sangat berusaha sebisa mungkin mengejar mimpi saya itu," pungkasnya. Nama : Novita Rindi Pratama, S.T.K., S.I.K., M.H.

Jenis Kelamin: Perempuan Tempat & tanggal lahir: Bandung, 15 November 1993 Nama suami: Wan Deni Ramona Gusti, S.T.K., S.I.K. (menikah pada tahun 2019)

1. Lulusan Akpol Tahun 2015 2. Kanit IV PPA Polres Majalengka 2015 2018 4. Kanit Laka Lantas Polres Majalengka 2018

5. Pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian atau PTIK 2018 2019 6. Personel Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri 2019 2020 7. Spripim Kapolri Juli 2020 Sekarang

1. Polisi Teladan Polres Majalengka Polda Jabar Tahun 2018 2. 100 Besar Kompetisi Paper Internasional di Rusia tahun 2019 3. Satu di antara personil yang membantu Kepolisian Hungaria dalam mengekstradisi buronan Interpol an Andras Pucher tahun 2020

4. Tim Brigade Motor Mojang Lodaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *