Peringatan Dini BMKG Kamis 21 Januari 2021: 4 Wilayah Ini Berpotensi Hujan Petir & Angin Kencang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis informasi peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Informasi peringatan dini cuaca ekstrem ini berlaku untuk besok, Kamis (21/1/2021). Melalui laman resminya, memprediksi 4 wilayah berpotensi hujan petir dan angin kencang yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Besok akan terjadi bibit siklon tropis 92S terpantau di Laut Timor sebelah selatan Kupang dengan kecepatan angin di pusat 15 knot dan arah gerak ke Barat Barat Daya. Bibit siklon 92S mampu membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Bali bagian timur, NTB, laut Flores, NTT dan Laut Timor. Daerah sirkulasi siklonik terpantau di perairan barat Aceh yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari perairan barat Kepulauan Mentawai, Sumatera bagian utara hingga perairan barat Aceh.

Sirkulasi siklonik lainnya terpantau di pesisir utara Kalimantan bagian utara dan di perairan utara Malaysia bagian timur yang juga membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Kalimantan Tengah bagian utara hingga perairan timur Kalimantan Utara. Daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya terpantau memanjang di Banten bagian timur hingga Jawa Barat bagian Timur, di Sulawesi Tengah bagian selatan hingga Sulawesi Tenggara bagian Selatan dan memanjang dari pesisir utara Papua hingga Papua bagian tengah. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Bibit Siklon, di sekitar sirkulasi siklonik dan disepanjang daerah konvergensi tersebut.

Aceh Sumatera Utara Riau

Jambi Sumatera Selatan Lampung

Banten Jawa Barat Jawa Tengah

Yogyakarta Jawa Timur Bali

Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah Kalimantan Utara Kalimantan Timur

Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku

Papua DKI Jakarta Kalimantan Selatan

Maluku Utara Papua Barat Samudera Pasifik utara Papua Barat

Samudera Hindia selatan Sumba Sabu Samudera Hindia selatan Jawa Barat Laut Natuna Utara

Perairan selatan Anambas Perairan utara Anambas Perairan barat Natuna

Perairan utara Natuna Perairan selatan Natuna Pulau Midai Perairan Subi Serasan

Perairan Singkawang Sambas Samudera Hindia barat Mentawai Samudera Hindia barat Bengkulu

Samudera Hindia selatan Banten Samudera Hindia barat Lampung Perairan Riau

Selat Sunda Perairan utara Banten hingga Teluk Jakarta Perairan selatan Jawa Tengah

Perairan Kupang Perairan Kep. Wakatobi Pusat Tekanan Rendah (1005 hPa) terjadi di Samudera Pasifik timur Filipina.

Pola sirkulasi udara terpantau di Perairan utara Papua Barat. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara Barat Daya dengan kecepatan 6 20 knot sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur Tenggara dengan kecepatan 6 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Karimata, Perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa, Selat Makasar bagian selatan dan Perairan selatan Jawa.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. Perahu Nelayan(Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m) KapalTongkang(Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m)

Kapal Ferry(Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m) Kapal Ukuran BesarsepertiKapal Kargo/Kapal Pesiar(Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggidiminta agartetap selalu waspada.

Pembaruan informasi ini disampaikan pada Rabu (20/1/2021) oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *